post

Skandal El Clasico: Asisten Wasit Sebut Bukan Penalti untuk Madrid, Barcelona Semakin Protes

Potatoqq – Barcelona masih terus memprotes ketidakadilan dalam duel El Clasico kontra Real Madrid akhir pekan lalu. Mereka tidak terima dengan hadiah penalti yang diberikan wasit untuk tim tamu.

Ya, akhir pekan lalu Barca keok 1-3 saat menjamu Madrid di Camp Nou. Hasil ini jelas mengecewakan, sebab sebelumnya Barca ada di atas angin, dan seharusnya mereka lebih unggul main di kandang.

Momen kunci dari kemenangan Madrid ada pada gol penalti Sergio Ramos di pertengahan babak kedua. Saat itu skor terkunci 1-1, permainan seimbang, lalu Madrid mendapatkan hadiah penalti karena Clement Lenglet dianggap menjatuhkan Ramos di kotak terlarang.

Kata asisten wasit

Mengutip Sport, Barca bersiap mengajukn protes resmi terhadap keputusan penalti ini. Blaugrana memahami bahwa asisten wasit pada laga tersebut menyarankan wasit utama untuk tidak menghadiahkan penalti.

Si asisten meyakini bahwa Ramos telah melanggar Lenglet lebih dahulu, sebab itu pelanggaran Lenglet seharusnya diabaikan. Namun, wasit utama tidak memperhatikan saran tersebut.

Performa wasit di duel sepenting El Clasico ini pun membuat Barca kecewa. Sang pelatih, Ronald Koeman, yakin bahwa timnya telah berulang kali dirugikan.

“Saya tidak memahami VAR, setiap keputusan selalu merugikan Barca. Dalam lima pertandingan terakhir, tidak ada satu pun yang menguntungkan,” buka Koeman.

“Ada banyak contoh: Penalti yang tidak diberikan untuk Messi pada laga kontra Sevilla, kartu merah yang tidak diberikan pada pemain Getafe, dan hari ini … selalu ada tarikan di area penalti.”

Minta rekaman percakapakan

Kini, fakta bahwa asisten wasit menyarankan tidak memberi penalti justru membuat Barca semakin berang. Mereka hanya dirugkan VAR dalam duel La Liga sejauh ini.

Sebab itu, masih menurut Sport, kabarnya Barca ingin meminta rekaman percakapan antara wasit dan ofisial VAR pada pertandingan tersebut, untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Blaugrana yakin betul bahwa sekarang mereka terus dirugikan oleh pemimpin wasit La Liga, Velasco Carballo, yang dikenal membenci Barca. Carballo diklaim selalu memilih wasit yang bermasalah dengan Barcelona.

Sumber: Sport

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Cari Pengganti Virgil van Dijk, Liverpool Disarankan Rekrut Conor Coady

Potatoqq – Legenda Liverpool, Mark Lawrenson menyarankan kepada mantan timnya untuk membeli kapten Wolverhampton, Conor Coady sebagai pengganti Virgil van Dijk.

Liverpool mendapat pukulan telak setelah Van Dijk mengalami cedera ligamen dalam laga derbi melawan Everton pekan lalu. Bek asal Belanda itu pun harus absen lama.

Cederanya Van Dijk membuat Liverpool kini tinggal mengandalkan Joe Gomez dan Joel Matip di pos bek tengah, meski kni Jurgen Klopp memilih untuk menggeser Fabinho ke belakang.

Saran Lawrenson

Ada sejumlah nama yang kabarnya masuk ke dalam radar Liverpool. Lawrenson pun merekomendasikan Coady yang notabene merupakan jebolan akademi The Reds.

“Saya rasa Virgil akan absen hingga akhir musim ini. Saya rasa ini ia bisa dicoret karena seorang pemain harus benar-benar bugar untuk bisa bermain dan itu hampir tidak mungkin saat ini karena mereka tidak ada lagi sepak bola tim cadangan,” ujar Lawrenson kepada The Argus.

“Jika Liverpool akan mengeluarkan banyak uang untuk seorang pemain pada Januari, mereka ingin pemain yang benar-benar siap pakai. Conor Coady sering berteriak dan siap pengatur tim yang sangat bagus dan sudah banyak bermain di Premier League,” imbuhnya.

Soal Ben White

Nama lain yang sempat dihubungkan dengan Liverpool belakangan ini adalah bek Brighton, Ben White. Namun, Lawrenson merasa bek 23 tahun itu belum siap membela klub sebesar Liverpool.

“Mungkin masih terlalu dini untuk Ben. Apakah Anda akan menghabiskan uang itu dengan berpikir dia mungkin siap dalam 18 bulan? Saya tidak yakin,” tutur Lawrenson.

“Tapi bagusnya bagi dia adalah dia akan memiliki masa depan yang luar biasa. Tidak akan mengejutkan saya jika, 18 bulan atau dua tahun ke depan, dia bergabung dengan klub besar dengan biaya mahal. Apakah itu Liverpool masih harus dilihat, tetapi satu hal dengan Klopp adalah dia tidak peduli berapa usia Anda.” tukasnya.

Sumber: The Argus

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Akhirnya Everton Tumbang Juga

Potatoqq – Tidak ada lagi tim dengan laju tak terkalahan di Premier League musim ini. Sang pemuncak klasemen, Everton, akhirnya kalah juga di pekan ke-6, Minggu (25/10/2020) malam WIB.

Ya, di luar dugaan, Everton menelan kekalahan 0-2 dalam kunjungan ke markas Southampton. Mereka dijagokan sebagai pemenang, tapi justru tim tuan rumah yang memberikan kejutan.

Kedua gol Southampton tercipta di babak pertama. Satu dari James Ward-Prowse (27′) dan berikutnya dari Che Adams (35′). Permainan Everton tampak kocar-kacir, apalagi setelah kartu merah Lucas Digne di menit ke-72.

Hasil ini pun menandai berakhirnya laju tak terkalahkan Everton dalam lima pertandingan sebelumnya.

Akhirnya tumbang juga

Performa Everton di laga ini jauh di bawah standar mereka sebelumnya. Padahal Carlo Ancelotti menurunkan skuad terbaik, tapi Everton tampak kebingungan di lapangan.

Kekalahan The Toffees terbilang mengejutkan. Mengingat sebelumnya mereka melaju sempurna, baru tertahan di Derby Merseyside pekan lalu (2-2 vs Liverpool).

Meski kalah, Everton masih menduduki puncak klasemen sementara dengan 13 poin dari 6 pertandingan. Jumlah poin yang sama dengan Liverpool, hanya unggul selisih gol.

Hasil ini pun semakin menegaskan bahwa Premier League 2020/21 bakal sulit diprediksi. Klasemen saat ini pun sudah mengejutkan, hanya Liverpool tim tangguh yang masuk dalam empat besar sementara.

Arsenal satu-satunya

Selain itu, hasil ini pun menandai kembalinya Invincibles Day Arsenal lebih cepat dari biasanya. Sampai sekarang The Gunners masih satu-satunya tim yang tak pernah kalah dalam semusim Premier League.

Musim lalu rekor itu nyaris disamai Liverpool, yang melaju tak terkalahkan sampai pertengahan musim. Sayangnya ada Watford yang menjegal The Reds.

Musim ini, rekor Invincibles terjaga dengan cepat. Hanya butuh enam pekan, yakni sampai kekalahan Everton hari ini.

Musim penuh kejutan

Lebih lanjut, kekalahan Everton ini pun menghidupkan kembali catatan 52 tahun lalu menurut Opta..

Untuk pertama kalinya di awal musim Liga Inggris, setiap tim telah menelan minimal satu kekalahan setelah enam pekan musim berjalan.

Pada musim itu Manchester City keluar sebagai juara, lalu apakah akan terulang musim ini? Sulit menebak laju persaingan Premier League musim ini

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Sejak Cristiano Ronaldo Pergi, Lionel Messi Belum Juga Mencetak Gol di El Clasico

Potatoqq – Sebuah statistik menarik lahir begitu laga El Clasico La Liga antara Barcelona melawan Real Madrid. Bintang Barcelona, Lionel Messi, belum pernah lagi mencetak gol dalam laga tersebut sejak Cristiano Ronaldo hengkang dari Real Madrid.

Seperti yang diketahui, Ronaldo memutuskan melanjutkan perjalanan karirnya di Italia. Pada tahun 2018 lalu, ia memilih bergabung dengan Juventus yang mampu menebusnya senilai 100 juta euro dari Los Merengues.

Persaingan antara Barcelona dan Real Madrid tetap sengit meski Ronaldo sudah tidak berada di Spanyol lagi. Seperti yang terjadi pada laga El Clasico di Camp Nou pada Sabtu (24/10/2020) kemarin.

Pertandingan tersebut berhasil dimenangkan Real Madrid selaku tim tamu dengan skor 3-1. Barcelona dijebol tiga kali oleh Federico Valverde, Sergio Ramos, dan Luka Modric, namun hanya bisa membalas lewat Ansu Fati.

Tak Pernah Mencetak Gol Sejak Ronaldo Pergi

Pertandingan ini berlalu tanpa adanya nama Messi di papan skor. Gol semata wayang yang dicetak Ansu Fati menandakan kalau Messi kembali gagal mencetak gol di laga El Clasico.

Faktanya, Messi tak pernah mencatatkan gol lagi di El Clasico semenjak pertemuan antara Barcelona melawan Real Madrid di pekan ke-36 La Liga 2017/18. Kalau lebih dikerucutkan lagi, Messi tidak pernah mencetak gol sejak Ronaldo pergi.

Messi hanya punya satu pertandingan El Clasico lagi untuk mematahkan rekor tersebut. Tentu kalau dirinya memilih tidak memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada tahun 2021 mendatang.

Messi Sedang Buruk

Catatan ini seolah melengkapi musim buruk Messi selama berseragam Barcelona musim ini. Walaupun masih sering menunjukkan magisnya, namun Messi terbilang sangat jarang mencetak gol lagi.

Sejauh ini, pria berusia 33 tahun tersebut baru menorehkan dua gol dan tiga assist dari enam penampilan. Bukan raihan yang buruk memang, namun bukan standar buat Messi yang mencetak 31 gol dan 27 assist musim lalu.

Salah satu golnya di musim ini tercipta pada pekan perdana La Liga melawan Villarreal. Sejak saat itu, Messi gagal mencetak gol dalam empat pertandingan berturut-turut termasuk saat bertemu Real Madrid.

(Marca)

betting onlinr

post

Juventus Umumkan Weston McKennie Pulih dari COVID-19

Potatoqq – Juventus mengonfirmasi bahwa Weston McKennie telah bebas dari virus corona alias Covid-19. Ini jelas jadi kabar baik bagi Juve yang tengah menghadapi jadwal padat.

McKennie adalah salah satu pembelian baru Juventus di musim panas ini. Ia didatangkan dari Schalke untuk memperkuat lini tengah Si Nyonya Tua.

McKennie bisa dikatakan menjalani start yang apik di Juventus. Di mana ia mendapatkan kepercayaan dari Andrea Pirlo untuk bermain di beberapa laga perdana Juventus.

Sayangnya, gelandang asal Amerika Serikat ini terinfeksi virus corona pada 14 Oktober lalu, melalui rilis resmi Juventus. Dia terpaksa melewatkan beberapa pertandingan penting karena harus menjalani masa swakarantina.

Bebas virus

Sabtu (24/10/2020) dini hari WIB, Juve merilis pengumuman resmi bahwa McKennie telah pulih sepenuhnya dari Covid-19.

Mengutip laman resmi Juventus, sang gelandang menjalani tes swab untuk Covid-19 dan hasilnya negatif. Berarti McKennie telah pulih dan bebas dari masa isolasi mandiri.

Pulihnya McKennie penting untuk Juve yang akan menghadapi Verona pada Senin (26/10/2020) mendatang, lalu Barcelona di hari Kamis (29/10).

Sayangnya, belum ada kabar resmi perihal kondisi Cristiano Ronaldo, yang juga terinfeksi Covid-19 dan menjalani masa karantina mandiri.

Sumber: Twitter

betting online

post

Tampil Impresif, Thomas Partey Disebut Sebagai Titisan Patrick Vieira

Potatoqq – Thomas Partey tampil impresif dalam laga debutnya sebagai starter bersama Arsenal di pentas Liga Europa. Gelandang asal Ghana tersebut turut membantu the Gunners mengalahkan Rapid Vienna dengan skor tipis 2-1.

Partey sebenarnya sudah mencatatkan laga pertamanya bersama Arsenal sejak direkrut dari Atletico Madrid pada akhir bursa transfer musim panas. Namun kala itu, ia baru bermain sebagai pemain pengganti.

Kesempatan untuk tampil sebagai starter akhirnya datang pada Jumat (23/10/2020) dinihari tadi saat melawan Rapid Vienna. Sayangnya, Partey tidak bisa menghias pertandingan kali ini dengan sebuah gol maupun assist.

Kendati demikian, ia tetap tampil impresif. Partey mampu memberikan bantuan kepada lini serang maupun pertahanan sama baiknya. Dan pada beberapa kesempatan, ia terlihat bisa menusuk kotak penalti lawan dengan aksinya.

Salah Satu Debut Terbaik

Alhasil, Partey jadi mendapatkan banyak pujian. Martin Keown, yang merupakan mantan pemain Arsenal, serta Owen Hargreaves mencoba menganalisis penampilan Partey dan tidak bisa menyembunyikan kekagumannya.

“Thomas Partey menjalani salah satu laga debut terbaik yang pernah saya saksikan,” ujar Hargreaves kala diundang sebagai pandit di BT Sport pasca pertandingan.

“Saya pikir anda tahu saat seorang pemain dengan segera menambahkan sentuhan berkelas, yang ingin bermain dan membuat sesuatu terjadi. Dia sangat lembut dan lici

Teringat Sosok Patrick Vieira

Keduanya diberi kesempatan untuk menyaksikan cuplikan aksi Partey di laga kontra Vienna. Keown menunjukkan aksi sang gelandang yang membuatnya teringat legenda Arsenal dulu, Patrick Vieira.

“Di sinilah dia terlihat seperti Viera bagi saya, saat dia sedang berjelajah bersama bola dan mencoba menciptakan sesuatu,” tambah Keown, yang ditambah Hargreaves: “Semua mencari dia dan itu umpan No.10, dia gelandang bertahan, loh.”

“Dia berlari di sepanjang pertandingan dan anda bisa tahu kalau dia pernah bermain di Liga Champions, sebab laga ini terasa mudah buat dia.”

“Panjang, pendek, bermain di antara garis. Secara fisik, Itulah mengapa dia berada di sana, punya sedikit kekuatan seperti besi,” pungkas Hargreaves.

(Metro)

betting online

post

Coret Mesut Ozil, Perjudian Besar Arsenal?

Potatoqq – Arsenal dinilai berjudi besar dengan tidak mencantumkan nama Mesut Ozil pada daftar final skuad 25 pemain untuk Premier League musim ini. Keputusan ini diyakini bisa berbalik menyulitkan The Gunners.

Ozil belum bermain lagi untuk Arsenal sejak sebelum lockdown beberapa bulan lalu. Dan Selasa (20/10/2020) kemarin, pihak klub mengumumkan bahwa Ozil tidak masuk dalam skuad untuk Premier League 2020/21.

Sebelumnya, nama Ozil juga tidak masuk daftar skuad Arsenal untuk fase grup Liga Europa. Artinya dia tidak akan bermain untuk The Gunners setidaknya sampai Februari 2021 nanti.

Saat ini Ozil memasuki tahun terakhir kontraknya, yang berarti bisa jadi dia telah memainkan pertandingan terakhirnya untuk Arsenal.

Perjudian besar

Tidak ada yang benar tahu apa alasan Arsenal mencoret Ozil. Dalih malas latihan atau gaji besar mulai tidak meyakinkan, kabarnya ada masalah internal antara Ozil dan klub.

Terlepas dari permasalahan itu, mencoret Ozil masih merupakan keputusan berisiko. Setidaknya itulah pandangan mantan pemain Arsenal yang kini jadi analis Premier League, Paul Merson.

“Dia [Ozil] sungguh berbakat. Jadi dengan mencoretnya dari skuad, sungguh tidak masuk skuad, adalah perjudian besar oleh Arsenal,” ujar Merson kepada Sky Sports.

“Sejujurnya saya sangat terkejut ketika mendengar dia tidak masuk skuad, sebab saya merupakan salah satu penggemar berat dia.”

Sudah mulai apik

Merson pun mengingat kembali bahwa permainan Ozil sebenarnya masih memuaskan. Dia mengingat kembali periode singkat musim lalu, mulai Desember sampai Maret, ketika Ozil jadi starter pada 10 laga beruntun di Premier league.

“Saya kira ketika dia mencapai level terbaiknya, dia bisa bermain dengan luar biasa. Dan Anda hanya perlu mengingat masa-masa sebelum lockdown, dia masih bermain,” sambung Merson.

“Dia bermain untuk tim Arteta, jadi ketika dia sudah kembali buktikan diri dan tidak masuk tim, bahkan tidak masuk skuad, tentu saya terkejut,” tandasnya.

Sumber: Sky Sports

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif

post

Real Madrid Terseok-seok, Zidane: Tim Lain Juga Gitu Kok

potatoqq – Real Madrid takluk 0-1 saat menjamu tim promosi, Cadiz, pada duel La Liga akhir pekan lalu. Kekalahan ini tentu memicu kritik pedas terhadap Zinedine Zidane dan skuadnya.

Madrid tampil jauh di bawah standar saat melawan Cadiz kemarin. Hanya dua tembakan tepat sasaran, padahal mendominasi hingga 75% penguasaan bola.

Los Blancos pun baru mencetak enam gol dari lima laga La Liga sejauh ini. Catatan minor yang membuktikan masalah mereka di lini serang: tidak ada pencetak gol tangguh.

Zidane tahu itu, dan dia tidak mencoba membantah. Dia mengakui timnya pantas dikritik, tapi menurutnya bukan hanya Madrid yang buruk di awal musim ini.

Memang pantas dikritik
Kekalahan dari Cadiz kemarin datang di momen terburuk. Madrid akan menghadapi dua pertandingan penting pekan ini: kontra Shakhtar Donetsk di Liga Champions tengah pekan ini, dan menyambangi Barcelona akhir pekan nanti.

Bagi Zidane, kekalahan dari Cadiz kemarin seharusnya melecut semangat tim. Laga kontra Shakhtar nanti bisa jadi kesempatan untuk bangkit.

“Saya kira kami memang pantas dikritik seperti yang sudah beredar setelah kekalahan itu,” buka Zidane di laman resmi RealMadrid.

“Akan tetapi sekarang adalah kesempatan kami untuk membalikkan keadaan. Semoga Anda akan melihat Real Madrid yang berbeda.”

Bisa bangkit
Zidane pun tak ragu sedikit pun akan kualitas timnya. Dia mengakui Madrid belum mencapai level terbaik, tapi bukan berarti tidak bisa, hanya butuh waktu.

“Saya kira, kapan pun segalanya berjalan sulit, tim ini terbukti bisa bangkit dan membuktikan diri. Benar ada momen-momen dalam semusim ketika performa kami merosot,” sambung Zidane.

“Kemarin [vs Cadiz] seharusnya kami bisa bermain lebih baik dan saya yakin kami bisa lebih baik lagi.”

Bukan hanya Madrid
Lebih lanjut, jika boleh berdalih, Zidane merasa bukan hanya timnya yang kerepotan di awal musim ini.

Ada banyak faktor, salah satunya karena pramusim yang terlalu singkat, dampak pandemi virus corona. Sebab itu, baginya kondisi Madrid masih aman.

“Saya kira Anda harus memandangnya lebih luas lagi,” lanjut pelatih berdarah Prancis ini.

“Jika Anda tidak hanya melihat kami, lihat tim-tim lain juga, tidak ada klub yang memulai musim dengan brilian, banyak yang kesulitan,” tutupnya.

post

Barcelona dan Real Madrid Kompak Kalah Sebelum El Clasico, Kini Cari Obat di Eropa

potatoqq – Real Madrid dan Barcelona, dua raksasa La Liga ini kompak sama-sama menelan kekalahan akhir pekan lalu, juga sama-sama dengan skor 0-1.

Bedanya, Barcelona kalah di kandang lawan, sedangkan Madrid di kandang sendiri — plus lawan tim promosi, Cadiz. Namun, yang sama adalah kedua tim sama-sama tampil buruk.

Madrid tampil kacau balau kontra Cadiz, khususnya di babak pertama. Zinedine Zidane bahkan sampai harus membuat empat pergantian pemain di jeda paruh waktu.

Barcelona tidak jauh berbeda. Menyambangi Getafe, permainan Barca tidak mencapai level yang dibutuhkan, dan akhirnya takluk dari penalti lawan. Permainan Barca tanpa arah, putar-putar tidak tanpa benar menyerang.

Jeda laga Eropa
Untungnya, kedua tim punya kesempatan mengalihkan fokus sejenak. Tengah pekan ini ada duel pembuka fase grup Liga Champions, yang juga sama pentingnya.

Barcelona bakal menjamu Ferencvaros pada Rabu (21/ 10/2020) dini hari WIB, Madrid menjamu Shakhtar Donetsk pada malam WIB di hari yang sama.

Dua pertandingan ini penting bagi kedua tim untuk memperbaiki ritme dan mengembalikan semangat tim dengan kemenangan. Tentu tidak mudah, Liga Champions selalu mengejutkan.

Jika melihat performa akhir pekan kemarin, Madrid ada masalah pada respons dan karakter pemain, Barca bermasalah pada operan pemungkas di sepertiga akhir.

Bertemu di Camp Nou
Duel di panggung Eropa tengah pekan ini akan sangat berpengaruh pada kondisi kedua tim menjelang duel akbar bertajuk El Clasico, Sabtu (24/10/2020) akhir pekan nanti.

Pertemuan ini biasanya menentukan juara La Liga, tapi sepertinya saat ini masih terlalu dini. Madrid ada di peringkat ke-3 dengan 10 poin dari 5 pertandingan, Barcelona di peringkat ke-9 dengan 7 poin dari 4 pertandingan.

Kondisi kedua tim sama-sama buruk, belum mencapai ritme terbaiknya. Kemenangan di El Clasico mungkin tidak akan menentukan juara di akhir musim nanti, meski jelas akan mendongkrak mental tim.

Setelah sama-sama kalah dan akan bertanding di Eropa, siapa yang bakal jadi pemenang El Clasico akhir pekan nanti?

post

Satu Hal Positif dari Hasil Imbang Chelsea: ‘Kutukan Diego Costa’ Berakhir?

potatoqq – Kisah Chelsea dalam laga lanjutan Premier League kontra Southampton hari Sabtu (17/10/2020) malam WIB tidak berakhir dengan indah. Tim asuhan Frank Lampard tersebut hanya mampu meraih satu poin di Stamford Bridge.

Chelsea sempat unggul dua gol lebih dulu melalui aksi sang penyerang anyar, Timo Werner, masing-masing pada menit ke-15 dan 28. Namun Southampton berhasil membalas lewat Danny Ings dan Che Adams di menit ke-43 dan 57.

Dua menit setelah Adams mencetak gol, the Blues langsung memberikan respon dengan gol Kai Havertz. Dewi Fortuna nampak berpihak kepada Chelsea, sampai Jannik Vestergaard menjebol gawang Kepa Arrizabalaga di masa injury time.

Hasil imbang ini membuat Chelsea bertengger di peringkat ke-6 dalam klasemen sementara Premier League, dan bisa berubah saat pekan ke-5 tuntas. Sementara Southampton berada di posisi ke-10.

Berkat Terselubung
Satu sosok yang menjadi sorotan dalam pertandingan kali ini adalah Kepa Arrizabalaga. Penjaga gawang asal Spanyol itu turut bertanggung jawab lantaran gagal mengatasi tembakan Vestergaard yang sebenarnya berada dalam jangkauannya.

Tetapi lini pertahanan Chelsea juga tidak boleh luput saat sedang mencari ‘kambing hitam’. Kurt Zouma menciptakan masalah buat Kepa di depan gawang dengan memberikan ‘backpass’ yang setengah hati dan berujung pada gol kedua Southampton.

Ada banyak hal negatif yang bisa dipetik dari permainan the Blues pada malam ini. Namun, tentu saja, ada sisi positif yang patut untuk diperhatikan. Pertandingan ini menunjukkan seberapa garangnya lini depan Chelsea musim ini.

Sebelumnya, baik Timo Werner maupun Kai Havertz tidak mampu membubuhkan namanya di papan skor. Namun kali ini mereka kompak menjebol gawang lawan. Bahkan Werner sukses mengantongi dua gol pada pertandingan tersebut.

Juru Selamat Chelsea?
Setelah menunggu cukup lama, Werner akhirnya benar-benar membuktikan bahwa 45 juta pounds yang dikeluarkan Chelsea tidak sia-sia. Kedua golnya, bisa dibilang, lahir dari upayanya sendiri dalam mengoyak pertahanan lawan.

Tentu, jasa Ben Chilwell dan Jorginho tidak boleh dipandang sebelah mata. Meski begitu, kedua sosok tersebut hanya ‘menyampaikan’ bola dan Werner yang menuntaskan sisanya sendirian saat terkepung di kotak penalti.

Sudah cukup lama Chelsea menantikan sosok penyerang seperti ini. Terakhir, mereka memiliki bomber pekerja keras, bergairah, dan punya penyelesaian akhir di dalam diri Diego Costa. Orang yang dulunya tidak diinginkan Antonio Conte.

Tentang ‘Kutukan Diego Costa’
Pada musim 2016/17, Costa menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan Chelsea menjuarai Premier League. Ia bahkan mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak the Blues di musim tersebut.

Namun, bukannya dijadikan sebagai pemain reguler, oleh Conte statusnya dibekukan. Ia pun memutuskan kembali ke pelukan klub yang membesarkan namanya, Atletico Madrid.

Sepertinya Costa menanamkan kutukan sejak didepak oleh Chelsea. Sejak saat itu, sektor depan selalu mengecewakan. Sosok seperti Alvaro Morata, Gonzalo Higuain, hingga Olivier Giroud bahkan kesulitan untuk mengatasinya.

Timo Werner datang untuk mengatasi kutukan tersebut. Ia sempat menunjukkan aroma kegagalan pada beberapa laga. Namun dengan dua golnya, pemain berusia 24 tahun tersebut menunjukkan secercah harapan.