post

Gak PHP Lagi, Marc-Andre ter Stegen Segera Teken Kontrak Baru di Barcelona

potatoqq – Spekulasi mengenai masa depan Marc-Andre Ter Stegen akan segera berakhir. Setelah sang kiper sudah sepakat untuk meneken kontrak baru di Barcelona.

Sejak musim lalu beredar kabar bahwa Ter Stegen mempertimbangkan untuk hengkang dari Barcelona. Setelah kontraknya sudah semakin menipis di Barcelona.

Namun pihak Barcelona tidak tinggal diam. Mereka diberitakan tengah mengupayakan untuk memperpanjang kontrak sang kiper.

Pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano mengklaim bahwa spekulasi masa depan Ter Stegen akan segera berakhir. Setelah sang kiper sepakat untuk memperpanjang kontraknya di Barcelona.

Sudah Sepakat
Menurut laporan Romano, proses negosiasi ini sudah berlangsung sejak lama.

Namun secara garis besar, kedua pihak sudah mencapai kata sepakat di bulan Agustus. Namun karena satu dan dua hal, finalisasi kontraknya baru akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Jika tidak ada halangan kontrak baru ini akan diumumkan ke publik dalam hitungan beberapa hari ke depan.

Kontrak Panjang
Menurut laporan itu, Ter Stegen akan meneken kontrak baru di Camp Nou.

Ia diberitakan akan dikontrak Barcelona hingga tahun 2025 mendatang.

Ia juga diberitakan akan mendapatkan kenaikan gaji yang cukup signifikan meski Romano tidak membeberkan berapa pastinya nilai kontrak sang kiper.

Cedera
Ter Stegen saat ini masih belum bisa membela Barcelona karena mengalami cedera.

Ia dijadwalkan membela El Blaugrana di awal November mendatang.

post

Dengan Vidal dan Hakimi, Inter Diyakini Sudah Semakin Dekat ke Juventus

potatoqq – Mantan pemain Inter Milan Ivan Cordoba berbicara tentang kekuatan tim asuhan Antonio Conte pada musim ini. Menurutnya, Nerazzurri sudah semakin mendekat ke Juventus setelah melihat aktivitas mereka di bursa transfer musim panas ini.

Inter menutup musim kemarin dengan finis di posisi runner up dalam ajang Serie A. Selain itu, mereka juga tampil di final Liga Europa meski gagal menjadi juara.

Setelah gagal menjadi juara pada musim pertama Conte, Inter kembali berbenah pada musim panas ini. Mereka merekrut sejumlah pemain seperti Aleksandar Kolarov, Matteo Darmia, Achraf Hakimi dan Arturo Vidal.

Dua nama terakhir ternyata mampu memberikan dampak yang besar setelah bergabung ke Inter. Hakimi didatangkan dari Real Madrid, sedang Vidal diboyong dari Barcelona.

Inter Meningkat
Cordoba menilai Inter sudah melakukan transfer yang bagus di bursa transfer musim panas ini. Sebab, hal itu semakin meningkatkan kekuatan mereka.

“Saya akan mengatakan ya. Inter sudah kuat tetapi dengan perekrutan yang mereka buat, mereka telah meningkatkan level lebih jauh,” kata Cordoba kepada Gazzetta dello Sport.

“Kami tahu Vidal, dia adalah gelandang kelas dunia, dia sudah menang di mana pun dia berada dan sudah mengubah wajah lini tengah.

“Untuk Hakimi, apa yang harus dikatakan tentang dia. Dia baik-baik saja untuk jenis permainan seperti ini. Dia masih sangat muda tetapi sudah cocok untuk klub terbaik di Eropa.”

Imbang Lawan Lazio
Inter hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 melawan Lazio dalam ajang Serie A pada akhir pekan kemarin. Cordoba menilai hasil imbang itu bukan langkah mundur bagi Romelu Lukaku dkk.

“Saya tidak akan berbicara tentang pertandingan sebagai langkah yang salah. Lazio adalah Lazio, mereka telah bertarung selama bertahun-tahun untuk posisi yang diperhitungkan,” imbuh Cordoba.

“Hasil imbang melawan lawan seperti ini tidak apa-apa, indikasinya positif.”

Kualitas Eriksen
Christian Eriksen kesulitan menunjukkan penampilan terbaiknya setelah didatangkan pada bursa transfer Januari. Meski begitu, Cordoba tidak meragukan kualitas pemain asal Denmark tersebut.

“Tidak ada yang bisa membantah kualitasnya. Saya pikir masalah baginya adalah taktik tetapi di atas semua itu terkait dengan adaptasinya ke sepak bola Italia,” tutup Cordoba.

post

Ronald Koeman Pilihan Aman untuk Barcelona, Ini Alasannya

Potatoqq – Keputusan Barcelona menunjuk Ronald Koeman sebagai pelatih baru mendapat sejumlah sambutan positif. Kali ini, ada Jordi Cruyff yang mendukung Koeman untuk mengembalikan Barca ke posisi seharusnya.

Setelah menutup musim 2019/20 yang mengecewakan, Barca diyakini bakal melakukan perombakan besar-besaran. Kekalahan 2-8 dari Bayern Munchen di perempat final Liga Champions lalu ternyata merupakan laga terakhir Quique Setien sebagai pelatih.

Barca pun mencoba bergerak cepat. Memang ada masalah internal di antara petinggi klub, tapi setidaknya mereka bisa bersepakat mendatangkan Koeman, yang diharapkan bisa menyelesaikan masalah.

Koeman akrab

Menurut Jordi Cruyff, keputusan Barca merekrut Koeman sudah sangat tepat. Pihak klub harus melakukan sesuatu untuk menenangkan fans, menunjuk pelatih yang tak jelas justru bisa jadi masalah baru.

Karena itulah Koeman dipilih. Dia merupakan mantan pemain yang sudah sangat mengenal klub. Fakta ini bakal jadi nilai plus lebih untuk Koeman.

“Pada masa-masa sulit seperti yang dihadapi Barca sekarang, langkah terbaik adalah mencari seseorang yang mengenal klub dan segala keistimewaannya,” buka Cruyff kepada Sport.

“Karena itulah nama-nama seperti Ronald Koeman dan Xavi Hernandez selalu disambut positif oleh fans Barca, mereka yang pernah bermain di sini dan pernah mengaku senang melatih di sini suatu hari nanti.”

“Tidak ada yang bisa membantah bahwa Koeman telah menunjukkan hasratnya untuk melatih Barca, termasuk mengatakannya secara terbuka, bahwa dia ingin menerima tugas sulit ini,” imbuhnya.

Tugas berat

Bagi Cruyff, sosok senior seperti Koeman bakal mengubah situasi jadi sedikit lebih ringan. Memang dia tetap menghadapi ekspektasi tinggi, tapi setidaknya fans Barca akan terue menaruh kepercayaan terhadap Koeman.

Tidak banyak pelatih yang mendapatkan kesempatan seperti itu. Koeman bakal diberi waktu lebih karena tugas berat yang dia pikul.

“Koeman tahu tugas dan tantangan yang akan dia hadapi. Ini adalah saatnya untuk melakukan perubahan-perubahan yang mungkin menyakitkan, tapi dia pun bisa membawa ketenangan pada proses itu,” sambung Cruyff.

“Koeman pun akan membawa hasrat tinggi untuk meraih sukses. Hasrat itu, ambisi untuk mengembalikan Barca seperti seharusnya itu, saat ini dipahami dan dirasakan oleh semua orang,” tandasnya.

Sumber: Sport

betting online

post

Paulo Dybala dan Senjata Mematikan Berupa Kaki Kiri

Berita bola terbaru – Penyerang Juventus, Paulo Dybala, mencetak gol di laga melawan Lecce. Ini adalah gol kedua Paulo Dybala pada dua laga terakhir. Gol ini menegaskan bahwa Paulo Dybala punya senjata yang mematikan berupa kaki kiri.

Juventus berjumpa Lecce pada laga pekan ke-28 Serie A musim 2019/2020, Sabtu (27/6/2020) dini hari WIB. Bermain di Allianz Stadium, Juventus menang mudah atas lawannya dengan empat gol tanpa balas.

Si Nyonya Tua sempat kesulitan mencetak gol pada babak pertama. Usaha mereka bahkan tidak membuahkan hasil. Gol pertama Juventus baru tercipta pada menit ke-53 lewat aksi Paulo Dybala.

Setelah itu, segalanya menjadi lebih mudah bagi Juventus. Cristiano Ronaldo mencetak gol dari penalti, disusul dengan gol Gonzalo Higuain, dan ditutup lewat gol Matthijs de Ligt. Juventus pun menang dengan skor 4-0.

Senjata Mematikan Paulo Dybala

Paulo Dybala mencetak gol usai menerima umpan pendek dari Cristiano Ronaldo. Pemain asal Argentina itu melepas tendangan terukur ke pojok gawang. Paulo Dybala memakai kaki kirinya untuk menendang bola dan gol.

Kaki kiri memang kekuatan utama Paulo Dybala. Pada laga melawan Bologna, pemain dengan julukan La Joya juga mencetak gol dengan kaki kirinya. Sepakan kaki kiri Paulo Dybala punya akurasi yang luar biasa.

Dikutip dari Squawka, catatan gol Paulo Dybala dengan kakinya memang sangat dominan. Pemain 26 tahun itu mencetak 74 dari 82 golnya di Serie A dengan kaki kiri. Catatan ini sudah termasuk golnya ketika masih bermain di Palermo.

Artinya, 90.2 persen gol Paulo Dybala di Serie A dicetak dengan kaki kiri.

Juventus di Puncak Klasemen

Kemenangan Juventus atas Lecce punya arti yang penting. Sebab, mereka kini makin kokoh berada di puncak klasemen Serie A 2019/2020. Tim racikan Maurizio Sarri telah meraih 69 poin dari 28 pertandingan yang sudah dimainkan.

Juventus kini unggul tujuh poin dari Lazio yang berada di posisi kedua. Namun, Lazio baru memainkan 27 laga saja di Serie A.

Dengan keunggulan tersebut, maka peluang Juventus untuk kembali meraih scudetto sangat besar. Bagi Juventus, gelar scudetto punya arti sangat penting karena mereka telah menuai kegagalan di Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Sumber: Squawka

https://4.bp.blogspot.com/-PfzE9LWKyvw/WkRyoqWy17I/AAAAAAAABAI/DR3f3o2hzIkUoOxVEbZon1rWv1WaC7yswCLcBGAs/s1600/header.gif